Pages - Menu

Selayang Pandang

"Tak seorang pun mampu mendefenisikan cinta dengan sempurna sebab tak seorang pun juga mampu mencintai secara sempurna. Hanya Tuhan yang sempurna, termasuk dalam hal mencintai kita, anda dan saya !"

About Me

My photo
Hi. saya JP / Jansn / Pur. Lahir di tanggal 17 September. Sukses terbesarku ialah ketika setiap pribadi yang mengenalku, tersenyum bahagia saat mendengar namaku dan mereka katakan, 'aku mengasihi dia'.

Monday, December 15, 2014

Abstrak Skripsi



ABSTRAK
BENTUK PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM PENGADAAN BARANG/JASA

Pembimbing I : Dr. M. Djoanda, S.H, M.H
Pembimbing II : S. S. Kuahaty. S.H, M.H


Persaingan usaha tidak sehat yang saat ini marak terjadi dalam pengadaan barang/jasa merupakan suatu hal yang dianggap lumrah. Melihat perputaran uang yang terjadi dalam pengadaan barang/jasa cukup besar menjadikan sektor ini primadona bagi pelaku usaha. Terlebih lagi persaingan usaha tidak sehat dalam pengadaan barang dan jasa kini turut melibatkan peran kepala daerah. Tentunya hal ini memberikan kerugian tersendiri bagi pelaku usaha lainnya. Hal ini melatarbelakangi penulis unutk mengkaji bentuk persaingan usaha dalam pengadaan barang/jasa, ditinjau dari Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Penelitian ini adalah Yuridis Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis di bidang persaingan usaha, kemudian dikaitkan dengan kaidah-kaidah hukum dan fakta-fakta hukum dalam masyarakat. Pendekatan ini diarahkan pada ketentuan yang dilakukan sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukan, pada dasarnya bentuk persaingan usaha yang tidak sehat dalam pengadaan barang/jasa ialah persekongkolan tender. Persekongkolan tender yang melibatkan peran kepala daerah merupakan jenis persekongkolan vertikal antara pelaku usaha dan kepala daerah. Demikian juga halnya dengan persekongkolan yang menggunakan metode penunjukan langsung merupakan bentuk persekongkolan tender sebeb telah memenuhi beberapa unsur persekongkolan tender. Persekongkolan tender dengan menggunakan metode penunjukan langsung juga merupakan jenis persekongkolan vertikal.

Kata Kunci : Persekongkolan, Pengadaan Barang/Jasa

Sunday, December 14, 2014

Anugerah Bagi Tim Basket Kota Ambon (POPMAL) III

Berangkat dari latar belakang yang berbeda, Tuhan mengizinkan katong untuk berada dalam sebuah kebersamaan. Dibentuk dalam satu tim bola basket yang sekaligus merupakan representatif Kota Ambon dalam ajang Pekan Olahraga Propinsi Maluku (POPMAL) III di tahun 2014. Terlepas dari pasang surut, suka duka dalam setiap persiapan, katong bertekad untuk miliki visi bersama.



Terima kasih untuk setiap bentuk dukungan, suara yang su ikhlas tabaos katong, baik dalam proses latihan hingga saat pertandingan. Dangke Tetemanis, dangke  mama-papa, para senior, pengurus PERBASI Ambon, Pengurus KONI Ambon dan satgasnya, dangke par seluruh warga kota Ambon.


Katong persembahkan ini kembali par dong samua, dengan penuh kerendahan hati dan seng mengurangi katong pung rasa bangga serta hormat par dong. Dangke banyak.


Katong masih pung impian besar. 
Kalo Tetemanis sayang, katong ingin ke PON 2016 (Pekan Olahraga Nasional). AMIN
Kotong masih butuh dukungan dong samua dalam bentuk apapun.
Terlebih lagi,
Katong inginkan dong pung teguran sebagai teman, sahabat,
Katong rindukan dong pung nasihat sebagai saudara.
Jang pernah bosan tagor katong eee
Jang pernah bosan nasehati katong eee
D A N G K E  !

Wednesday, June 11, 2014

PERTAMA KALI SEJAK BERHAK MEMILIH




Debat perdana capres dan cawapres Republik Indonesia telah usia. Selama menyimak, saya menuliskan status pada media sosial facebook yang berisikan kritik dan berintikan saya respon kepada pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Hatta.
 
Bagi saya, debat perdana tersebut semakin memperjelas siapa yang selama ini mengumandangkan isu HAM yang menyerang Prabowo. Dan siapa yang dewasa serta elegan sebagai pemimpin yang nantinya merupakan representative rakyat Indonesia.


Saya bukan seorang yang fanatik sosok Prabowo dan apatis terhadap sosok Jokowi. Namun saya harus mengakui saya kagum akan sosok Prabowo dan terlebih lagi sejauh ini hati saya, batin saya begitu yakin dan percaya Prabowo tidak seperti yang selama ini dituduhkan kepadanya.

Saya takut dan saya ragu juga, akankah Prabowo menang dalam pemilihan presiden nanti. Akan tetapi, dari apa yang saya baca, dari apa yang saya dengar, sosok Prabowo itu yang saat ini dbutuhkan oleh Indonesia. Sederhananya, saya ingin menjadi tuan rumah di rumah sendiri, Indonesia. Yang tidak ingin bagaikan orang asing di Indonesia. Saya ingin suasana negara yang memang negarawan, yang melahirkan sosok-sosok idealis pembela bangsa dan berujung pada patriot-patriot calon pemimpin masa depan bangsa.


Seketika setelah usai tayangan televisi yang menyiarkan debat tersebut, tiba-tiba ada niat saya untuk berdoa. Dan inilah pertama kali saya lakukan selama menggenggam hak pemilih. Inilah isi doa saya malam itu :

Tuhan Yesus, Engkaulah yang lebih mengetahui dan mengenal Prabowo. Jika dia ikhlas, jujur dan tidak sesuai dengan isu-isu yang selama ini dtuduhkan kepada dia, berkenanlah atas niatnya menjadi Presiden.

Namun jika ia tidak baik di mata-Mua, perlihatkanlah siapa dia. Amin.



Yang sungguh-sungguh ingin saya utarakan seperti ini :

Tuhan, Engkau Maha Mengetahui, Engkau Maha Mengenal setiap Ciptaan-Mu, termasuk Prabowo.

Saya sangat kagum bahkan terkesan membela Prabowo. Namun saya tidak membenci lawannya. Saya tidak ingin hidup dinegara yang menyuarakan Bhineka Tunggal Ika, menjadikannya sebagai Semboyan negara namun tidak mampu mengaplikasikannya. Saya ingin marah ketika kehidupan bersaudara di Maluku dihancurkan. Saya merasa sedih, ketika berjalan ditemani ketakutan padahal saya berada dirumah sendiri. Saya menyesal ketika saudara-saudara saya diseberang sana menganggap mereka istimewa padahal negara ini merdeka karena anugerah Tuhan.

Apabila Prabowo merupakan sosok yang ikhlas, jujur, bersih dan baik menurut-Mu, izinkanlah ia, berkenanlah agar ia menjadi presiden. Ketuklah seluruh pintu hati, curahkanlah hikmat kepada seluruh ciptaan-Mu untuk memilih ia. Jadilah yang terbaik menurut-Mu.

Dan bagi saya, yang sering membela Prabowo lewat media social ataupun saat berinteraksi dengan sesama, berikanlah hikmat-Mu agar saya memperkatakan yang benar, yang seturut kehendak-Mu. Tidak menimbulkan wacana atau polemik yang hanya sekedar untuk mempengaruhi sesama.

Saturday, April 26, 2014

Menanggapi Isu yang diarahakan ke PRABOWO



Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden semakin dekat. Hanya hitungan hari. Dua sosok yang cukup popular di kalangan masyarakat ialah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Hal ini tidak dapat dipungkiri, sebab bedasarkan hasil beberapa lembaga survey.

Dalam tulisan ini, saya ingin mencoba menganalisa beberapa isu yang diarahkan kepada PRABOWO menjelang Pemilu Presiden. Di antaranya, isu HAM (Hak Asasi Manusia) 1998 dan ada ketakutan terjadinya rezim diktaktor seperti Era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Tulisan saya ini tidak ditunggangi oleh siapapun, saya juga tidak dibayar oleh siapapun.

Langsung saja pada isu yang pertama. Isu HAM. Ada dua pemikiran yang ingin saya kemukakan dalam tulisan ini. (1) Mungkin saja Prabowo melakukan pelanggaran HAM itu secara langsung atas inisiatifnya sendiri. (2) Mungkin saja Prabowo merupakan tumbal dari sebuah kebijakan yang berujung pada pelanggaran HAM.

Mungkin saja Prabowo melakukan pelanggaran HAM. Apabila hal ini benar, apakah ada keuntungan atau adakah kepentingan Prabowo dengan melakukan hal tersebut ? Meskipun pada saat itu, beliau memegang suatu jabatan yang cukup penting di bidang militer. Sebab sejauh ini tidak ada informasi akurat ataupun informasi sepintas bahwa Prabowo menikmati ‘hasil’, entah apa, setelah melakukan hal tersebut. 

Selanjutnya, Mungkin saja Prabowo merupakan tumbal dari sebuah kebijakan yang berujung pada pelanggaran HAM. Hal ini, sangat mungkin. Hal ini, bisa saja terjadi. Jika melihat jabatan yang saat itu dipegang oleh Prabowo di bidang militer dan sebagaimana pengetahuan secara umum, yang mana dalam bidang militer terdapat garis komando yang sangat dihargai bahkan ada kesan tidak akan pernah terbantahkan ketika perintah itu diturunkan maka hal ini mungkin. Ibarat kasus korupsi yang tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh seseorang namun pasti ada keterlibatan orang lain. Siapa yang menjadi pemberi komando atau perintah, saya tidak ingin berwacana.

Terlepas dari siapa saja yang terlibat atau siapa yang berperan sebagai pemeran utama atau aktor intelektual dalam peristiwa ini, isu HAM ini selalu diarahkan kepada Prabowo pada situasi-situasi penting. Salah satunya saat Prabowo akan maju menjadi Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu Presiden tahun 2014 ini. Saya mencurigai, adanya keterlibatan dunia internasional atau campur tangan pihak asing, diluar Indonesia yang turut mengumandangkan isu Pelanggaran HAM ini. Menurut pemikiran saya, pihak asing itu adalah Amerika. Kenapa demikian ? Sebab isu HAM itu merupakan isu yang sangat hangat atau sangat mudah digaungkan oleh Amerika. Saya menilai ada ketakutan tersendiri bagi Amerika apabila Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia. Ketakutan apa ? (1) apabila Prabowo menjadi Presiden dan menerapkan Ekonomi Kerakyatan yang akan meminimalisir kesenjangan sosial diantara masyarakat Indonesia maka ekonomi neo-liberal milik Amerika yang sedang gencar-gencarnya ingin diterapkan di Indonesia pastinya akan gugur dengan sendirinya. (2) apabila Prabowo menjadi Presiden ada kemungkin beliau melakukan renegosiasi kontrak bagi perusahan-perusahan asing yang selama ini telah mengambil keuntungan yang tiada bertara di bumi pertiwi ini. Terutama PT. Freeport. Hal ini dapat terlihat dari sikap patriotism seorang Prabowo yang ingin mengembalikan kejayaan Indonesia.

Kemudian pada isu yang kedua. Ada ketakutan oleh sebagian masyarakat, akan terjadi sistem diktaktor, sewenang-wenang seperti pada Era Orde Baru apabila Prabowo menjadi Presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014 ini. Pada isu ini, saya katakan betapa naifnya pihak yang mengumandangkan isu ini. Dalam sistem pemerintahan Indonesia saat ini, yang dikatakan oleh beberapa pihak dari akademisi bahwa sistem yang dianut kini bukan lagi presidensil akan tetapi Mix Government yang artinya kedudukan eksekutif dan legislatif sama kuat, maka sangat mustahil apabila kediktaktoran itu akan tercipta kembali. Ditambah lagi dengan posisi pro pemerintah (mungkin saja koalisi) dan oposisi yang tidak absolut maka semakin mustahil ketakutan akan kediktaktoran terwujud. 

Analisa lainnya, saat ini Partai Gerindra hanya ingin berkoalisi guna memenuhi target Presidential Treshold 25% agar dapat mengajukan Prabowo sebagai Calon Presiden, tidak ingin koalisi yang gemuk. Anggaplah Gerindra akan menguasai sekitar 30% parlemen. Dengan sistem Mix Government dimana kedudukan Eksekutif (pemerintah – Prabowo bila menjadi presiden dan Amin) sejajar dengan legislate (parlemen), ditambah koalisi dan oposisi yang tidak absolut, dan apabila Gerindra hanya berkoalisi dan menguasai hanya 30% parlemen maka Prabowo sangat mungkin terkena Impeachment  / pemakzulan oleh 70% parlemen yang tidak dikuasai Gerindra bahkan mungkin saja koalisi Gerindra akan pecah kongsi dan turut melakukan impeachment kepada Prabowo jika Prabowo melaksanakan sistem kediktaktoran.


Bijaklah sebagai rakyat Indonesia. Jangan terus mau ditunggangi pihak lain hanya dengan isu-isu yang tidak berkelas. Bahkan dapat memecahbelahkan kesatuan kebhinekaan kita.

Friday, April 25, 2014

Lampu Lapangan Basket Pattimura Park




Yang Terhormat Pemerintah Kota Ambon.
Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang juga menjadi keresahan teman-teman, yang sering melakukan aktivitas olahraga bola basket di lingkungan Pattimura Park.

Yang Pertama,
Lampu penerang lapangan basket itu tidak lagi menyala sekitar 3 bulanan lebih. Pasca perbaikan yang dilakukan oleh salah Dinas yang mengurusi semua kelengkapan di area Pattimura Park, dalam rangka Piala Wakil Walikota U-20 yang bertujuan menjaring Atlet Basket Kota Ambon sebagai persiapan POPMAL (Pekan Olahraga Propinsi Maluku) 2014 ini dan Pra PON.
Lampu pada area lapangan basket yang tidak menyala merupakan suatu hal sungguh sangat disayangkan. Terutama bagi kalangan pecinta olahraga bola basket di Kota Ambon. Hal ini juga berimbas pada setiap kegiatan pembinaan prestasi yang dilakukan oleh club-club bola basket. Untuk sepengetahuan Pemerintah Kota Ambon, kalangan komunitas olahraga bola basket di Kota Ambon, sejak beberapa tahun lalu telah berinisiatif ingin menjadikan olahraga ini sebagai wadah penyeluran bakat generasi muda. Hal ini juga dapat menjadi suatu proteksi dan upaya preventif bagi generasi muda di Kota Ambon agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berdampak negative.
Keadaan lampu yang seperti saat ini, menimbulkan beberapa kesan antara lain : (1) Kok dong bisa kasih manyala lampu taman par orang pacaran tapi seng bias kasih manyala lampu par katong olahraga. Sebenarnya lebih positif mana pacaran dengan olahraga ? (2) Ini nih musti kasih uang kayaknya baru akang manyalah. (3) Lampu mati-mati nih pasti ada su ator akang nih.
Sehubungan dengan kesan yang ditimbulkan akibat keadaan diatas, ingin saya sampaikan juga, dulunya saat kami ingin bermain basket, kami berinisiatif memberi uang rokok kepada oknum Sat. Pol PP sehingga lampu lapangan basket itu bisa dinyalakan. Dan itu terjadi beberapa kali. Bagi kami, bukan suatu masalah, kami anggap itu sebagai bagian solidaritas (laeng mangarti laeng). Tapi ada oknum yang menjadikan itu ‘objek’.
Selanjutnya keadaan penerang lapangan basket yang tidak menyala juga tentunya bertentangan dengan salah satu Slogan Pemerintah Kota Ambon saat ini yang mana BERSIH di SIANG HARI, TERANG di MALAM HARI. Mohon hal ini dipertimbangkan oleh pemerintah Kota Ambon.



Yang kedua,
Keberadaan penutup selokan diarea Pattimura Park, kondisinya sangat membahayakan. Tidak hanya bagi pejalan kaki namun juga sangat membahayakan bagi yang melakukan aktivitas olahraga seperti basket dan volley.

Inilah beberapa hal yang dapat saya sampaikan melalui tulisan ini. Mohon maaf bila ada kalimat atau kata yang meninyinggung, namun bukan itu tujuan tulisan ini. Sebab tulisan ini hanya ingin memberitahukan keresahan dan sangat ingin agar komunitas olahraga itu dapat diperhatikan dan diberi ruang.