Pages - Menu

Selayang Pandang

"Tak seorang pun mampu mendefenisikan cinta dengan sempurna sebab tak seorang pun juga mampu mencintai secara sempurna. Hanya Tuhan yang sempurna, termasuk dalam hal mencintai kita, anda dan saya !"

About Me

My photo
Hi. saya JP / Jansn / Pur. Lahir di tanggal 17 September. Sukses terbesarku ialah ketika setiap pribadi yang mengenalku, tersenyum bahagia saat mendengar namaku dan mereka katakan, 'aku mengasihi dia'.

Thursday, November 22, 2018

NADA ITU MELANKOLIS

NADA,
HANYA INGIN MENGALUN SEDERHANA
MENYEJUKKAN SETIAP HATI
YANG MUDA YANG TERKASIH
YANG TUA YANG DIHORMATI

NADA
NADA ITU MELANKOLIS
NADA ITU PEMBELAJAR SABAR
NADA ITU PENJAGA
MESKI KADANG LAHIRKAN SINIS
MESKI NADA KADANG EGOIS
NADA,
NADA ITU YANG MELANTUNKAN KEINGINAN UNTUK MENYATU

NADA PERNAH SALAH
SALAH DALAM TONE
SALAH DALAM TEMPO
NADA PERNAH MENGECEWAKAN SANG PEDENGAR

PAHAMI JUGALAH NADA,
YANG HANYALAH BERUSAHA MENJAGA DENGAN PEMBERIAN KECIL
YANG PERNAH MEMASTIKAN TEMPAT TERBAIK SETELAH BERPELUH
YANG HANYALAH BERUSAHA MEMASTIKAN KEADAAN TERBAIK DI JAUH DAN DI LAMANYA PERJALANAN
DAN NADA
MUNGKIN HANYALAH PEMBELAJAR SABAR DIDUA MASA YANG MEMPERSEMBAHKAN LAMBANG IKATAN BERMETERAIKAN SEBUAH NAMA

SAAT NADA MENJAGA,
SAAT NADA MEMASTIKAN,
HINGGA SAAT NADA MEMPERSEMBAHKAN,
BISA SAJA BIASA BAHKAN TAK TERLIHAT BERNILAI

HARUSKAH NADA HANYA TERNILAI DI 90 HARI TERKAKHIR ?
KEMANAKAH LANTUNAN YANG DIDENGARKAN NADA DI LEBIH DARI 2 MASA ?
MESKI RATUSAN PENJELASAN DILANTUNKAN,
HINGGA KEBENARAN TERSURAT.





DIKUTIP "......."







Monday, September 17, 2018

JADIKAN BERKESAN

Bila sering memaksakan ego,
Bila sering memaksa kehendak-Mu,
Dan bila terlampau jauh mendahului rencana-Mu,
Maafkan, ampunkanlah.

Andai selama ini salah memaknai setiap perkenaan-Mu
Dan berujung keliru didetik ini,
Maafkan, ampunkanlah.

Tak rela juga erat memeluk
Namun semakin menusuk.
Tak etis juga menyatu
Namun tak mampu berbhakti.

Bila harapan harus memudar,
Mimpi tak layak lagi untuk diwujudkan,
Biarlah berlalu seiring detik dihari ini.

Karena sesungguhnya semua ini bukan tentang menang atau kalah.
Bukan tentang mimpi yang menjadi kenyataan.
Namun tentang kesiapan menyelesaikan apa yang telah dimulai dan apapun yang terjadi nanti, masih akan setia sujud syukur.

Ajarkan hati ini untuk bersyukur,
Topanglah raga ini setiap kali bertelut.
Jadikanlah berkesan 

17Sep18

Monday, April 24, 2017

PROSES IMAN DALAM KESABARAN

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah finman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan - Yeremia 29 : 11

Mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak ? Adakah sesuatu apapun yang mustahil bagi TUHAN ? Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam amsa tuanya pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai firman Allah kepadanya. Adapun Abraham berumur seratus tahun ketika Ishak lahir. Tuhan memberikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan - Kejadian 17 dan 21.

Jadi bekerjalah Yakub 7 tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi 7 tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel - Kejadian 29 : 20
Demikianlah ia bekerja pula pada Laban 7 tahun lagi- Kejadian 29 : 30


Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjadikannya, setia - Ibrani 20 : 23

Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah - Ibrani 6 : 12

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu - Filipi 1 : 3

Dan aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam - 2 Timotius 1: 3

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati - Pengkhotbah 7 : 8

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya - Pengkhotbah 3 : 11

Thursday, April 6, 2017

A M I N



Allah mengetahui,
Nama yang sering diperbincangkan
Allah memahami,
Seruan nada nada hati
Yakinkan diri
Lagi hati
Visi untuk selalu bersama
Impian menua senantiasa terselimuti doa
Amin


Waktu Tuhan jualah
Ilahi mempertemukan
Langit selalu menyaksikan
Laut sering mengantar tuk bertemu


Yang selalu dirindukan
Oleh hati yang sabar menunggu
Untuk saling mengasihi


Mustahil memang kasih ini
Allah jua lah yang berkehendak
Ribuan rindu
Rangkaian doa
Yang selalu sama


Mujizat pasti ada
Entah kapan, dimana dan bagaimana hadirnya

?



Wednesday, October 26, 2016

SISAKANLAH

BILA TANGAN
TAK LAGI SANGGUP 
ERAT MEMEGANG





HINGGA KAKI
TAK LAGI MAMPU
TEGAKKAN RAGA





SISAKANLAH LUTUT
YANG TEGAR
TUK KU BERTELUT 
PENUH SETIA NAN SABAR
DI HADIRATMU

Friday, September 2, 2016

KEPEMIMPINAN SEORANG "PEMIMPIN ORKESTRA"

Dalam memahami makna kepemimpinan, saya sering terinspirasi oleh sebuah pertunjukan orkestra. menurut saya, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari seorang konduktur. saat pertunjukan dimulai, seorang konduktor (pemimpin orkestra) harus tampil didepan, dengan jarak tertentu, menghadap seluruh anggota timnya agar bisa memimpin pertunjukan. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin harus selalu tampil didepan untuk bertindak dan meyampaikan visi serta mengambil tanggungjawab atas hasil kerja anggotanya.

Pemimpin orkestra juga berdiri sendiri dengan jarak tertentu dari anggota orkestra dan penonton. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin kadang kala harus berdiri diantara pilihan, dan ia harus mengambil suatu sikap atau keputusan diantara pilihan yang ada.

Saat akan memulai memimpin orkestra, konduktor harus membelakangi penonton. membelakangi penonton untuk kemudian memimpin suatu pertunjukan orkestra memiliki makna yang dalam. Dia harus menatap seluruh anggotanya, membangun kesatuan hati dan jiwa dalam menghayati setiap ketukan dan irama agar menghasilkan alunan suara yang kompak, harmoni dan indah didengar.

Dalam setiap pertunjukannya, seorang pemimpi orkestra mengajak penonton untuk menikmati hasil kerja sama tim yang luar biasa-yang tentu saja berasal dari kemampuan terbaik setiap pemain musik. Suatu momentum dimana setiap anggota dapat memberikan kontribusi mereka yang terbaik dalam setiap lagu dan membiarkan penonton memberikan penilaiannya. Pada akhir pertunjukan, pemimpin orkestra kembali menghadap penonton dan memberikan hormat yang menandai telah berakhirnya suatu pertunjukan musik. Penonton pun memberikan apresiasi dengan bertepunk tangan.

Dan, seorang konduktor akan puas apabila dapat menampilkan perpaduan musik yang harmonis, diwarnai dengan penjiwaan yang kental dan sempurna; suatu penampilan yang memberikan kepuasan bagi pemain musik maupun penonton.

Seorang pemimpin sebaiknya menyerupai konduktor. Apapun yang ia kerjakan hendaknya tidak didasarkan padasuatu popularitas atau hanya untuk menyenangkan orang-orang tertentu, melainkan berfokus pada hasil yang memberikan kepuasan dan sukacita bagi banyak orang.

Ada banyak pandangan serta konsep tentang peran dan harapan seorang pemimpin. Namun kepemimpinan seorang "pemimpin orkestra" memberikan makan mendalam bagi saya dalam melihat peran seorang pemimpin. Menurut saya, kepemimpinan orkestra memampukan saya ketika menikmati tugas dalam kehidupan karier saya.


Diambil dari buku "Be a great Leader!" karangan Erwin Tenggono

Hal. 85 Buku CEO WISDOM 2 - A. M. LILIK AGUNG

Tuesday, August 30, 2016

KARENA KAMU

(I) SEMUA KEINGINANMU ADA DALAM DOA DAN JUANGKU.
SEBELUM SEMUANYA TERWUJUD SEIRING KASIH DAN PERKENAAN DIA YANG KITA BERDUA SEMBAH,
BANTULAH AKU TUK PASTIKAN ADA SENYUM YANG MEREKAH DIWAJAH MEREKA, ORANG TUAKU DAN ORANG TUAMU.
SEBAB KEYAKINANKU MENGATAKAN, AKAN SELALU ADA DOA TERSIRAT DALAM SENYUM MEREKA BAGI KEBAHAGIAN KITA.


(II) BANTU AKU UNTUK JADI LELAKI BIJAKSANA,
YANG SETIA DAN SENANTIASA MEMULIAKAN DIA, YANG KITA SEMBAH,
BERBHAKTI BAGI ORANG TUA,
BERMAKNA BAGI BANYAK ORANG,



(III) KISAH PANJANGKU TIDAK BERAKHIR DENGAN BERSAMAMU.
AKU MASIH RINDU  DAN SELALU RINDU UNTUK BERBHAKTI.
BERBHAKTI, TIDAK HANYA BAGI ORANG TUAKU NAMUN JUGA ORANG TUAMU.


(IV) SEGALA KEINGINANKU
UNTUK BERAKHIR BERSAMAMU
UNTUK MENATAWUJUDKAN MIMPI MASA DEPAN
UNTUK MENUA BERSAMA
HINGGA SEGALA KETAKUTAN AKAN KEHILANGANMU
BIARLAH MEWUJUD BILA KEBAHAGIAANMU IALAH KITA.
KEBAHAGIAANMU PENTING BAGIKU.


Wednesday, August 3, 2016

LIKE A MIRACLE

Jejak langkah memudar
Sisakan kenangan
Kisah yang pudar
Lahirkan harapan

Awalnya
Begitu saja
Semuanya
Segalanya
Like a miracle

Bukan drama
Tak berskenario
Like a miracle

Berharap miliki kisah bersama
Berharap berakhir bersama
Berharap senantiasa bersama
Like a miracle

"Bagian terbaik mungkin bukan milikku. Namun persembahan terbaik akan selalu kucoba"

Wednesday, May 25, 2016

LEADER BUKAN BOSSY

Kapal itu telah ada
Sebagaimana ia ada sejak awalnya

Dengan keterbatasan
Hingga kelemahan
Kapal itu hanya bisa berdiam
Bahkan
untuk kibarkan layarnya saja
Ia tak sanggup

Ia butuh topangan

Dan masa itu datang
Kapal itu menorehkan sejarah
Ia mulai mampu kibarkan layarnya
Ia mulai lebih dikenal

Sayang
Ia masih terlihat diam kini
Awak dan penumpang
Tak jelas arah tujuan

Sang nahkoda
Tak nampak sepak terjangnya


Untuk Berpijak Butuh KEBERANIAN
Untuk Berkembang Butuh LEADER

LEADER BUKAN BOSSY !!!

JANGAN KEDEPANKAN KEPENTINGAN PRIBADI DALAM SEMANGAT MENGEDEPANKAN KEPENTINGAN BERSAMA.
JANGAN MENUNGGANGI KAPAL YANG AKAN MEMBAWA HARAPAN BERSAMA UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN PRIBADI.

Friday, May 6, 2016

MENCOBA

Kita memulai semua ini dengan mencoba
Mencoba kesampingkan hebatnya rentangan jarak
Mencoba menepikan perbedaan ruang waktu

Mencoba
Mencoba mengalir
tanpa arah dan tujuan pasti ?

Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Berterbangan, lenyap tanpa sempat mewujud ?

Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Hanya menjadi ungkapan asa, rasa
Pada untaian-untaian doa ?

Ada mimpi, ada harapan
Ada asa, ada rasa
Yang rindu menyatu
Dan Abadi diperaduannya.

Monday, February 15, 2016

PANTAI PANAMBOANG

Pantai dengan dasar batuan kerikil yang landai ini terletak di Desa Panamboang, Kabupaten Halmahera Selatan. Pantai ini masih bisa dikatakan sangat alami dengan melihat keadaan pantainya yang dihiasi dedaunan kering.



Pantai ini berhadapan langsung dengan lautan lepas sehingga terkadang arus airnya cukup besar namun tetap asyik untuk berenang menikmati air asinya.



Ruang padangan yang begitu luas didepan terkadang mempelihatkan lalu lalang perahu-perahu tradisional masyarakat lokal.

AIR TERJUN BIBINOI

Lebih dikenal dengan air terjun Bibinoi karena letaknya di Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan. Terdapat 2 air terjun yang mana biasa disebut Air Terjun Perempuan dan Air Terjun Laki-Laki.
Air Terjun Perempuan
Air Terjun Laki-Laki


Untuk sampai ke lokasi air terjun, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari kota Labuha. Perjalanan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda empat. Beberapa kilometer menuju lokasi air terjun dari jalan utama merupakan jalan bebatuan dan harus melewati 3 aliran sungai kecil. Tentunya hal ini menambah serunya perjalanan.

Setelah sampai pada titik pemberhentian kendaraan, perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2-3 menit ke muara air terjun laki-laki sekitar 5 menit menuju lokasi air terjun perempuan dengan kindisi jalan tanah yang dapat dikatakan lumayan curam.


Sunday, August 2, 2015

Kekayaan Kemewahan

Aku melihat bahwa kekayaan dan kemewahan di masa ini 
seolah merupakan hal mutlak untuk diwujudkan.

Saat berpesta ria,
Keduanya mampu menempatkan pemiliknya
pada jajaran tinggi status sosial.

Namun dalam keadaan diam,
Keduanya tak sanggup menghadirkan ketenangan.
Bahkan kedamaian nampak begitu mustahil untuk dinikmati pemiliknya.


Sering dalam renunganku,
Mencoba memahami,
 Bagaimana kekayaan, kemewahan,
Tak sekedar menjadi pemuas hasrat status sosial,
Namun turut melahirkan kedamaian pada alur kehidupan.

Dan...

Mungkin kekayaan, kemewahan
Akan menenangkan, mendamaikan,
Ketika setiap pribadi di sekitar kita, dapat kita bahagiakan.
Ketika kita sadar akan mereka yang layak memperoleh bagian terkecilnya.

Hingga yang terpenting,
Ketika kita sadar akan setiap mereka,
Bersyukur atas kehadiran mereka,
Sebab mereka pernah turut mengantarkan, mendapingi kita, 
mendoakan kita,
ke dalam kehidupan yang bermekar kekayaan, kemewahan,
yang tengah dipercayakan Sang Pemilik segalanya
Kepada Kita.

Monday, April 20, 2015

Resume KEPRIBADIAN TAK BERKEPRIBADIAN



THE BIG FAMILY
INTELEKTUAL
[Penganut agama “X”]

“PEGANGAN KAMI”
[Agama “X”]
&
SCIENTIFIC
OTAK                         : JERMAN
SEMANGAT              : JEPANG
HATI                          : [Kota suci agama “X”]
KEPRIBADIAN        : INDONESIA

“Mahkluk macam apa ini ?”
Mengapa Sang Indonesia hanya kebagian kursi menteri kepribadian ? Semua jabatan ini diisi menteri dari luar negeri. Mungkinkah otak, semangat dan hati Indonesia lebih rendah, lembik, dan hina dibanding otak Jerman, semangat Jepang dan hati kota suci luar negeri ? Rupanya di mata kebanyakan kita, sapi tetangga masih lebih montok disbanding sapi sendiri.
Tahun 2005, budayawan Kuntowijoyo menulis di harian Kompas :
… Kita sekarang jadi bangsa klien (klien yang tergantung pada patron).
Melaluimodal dan produk, kita menjadi kliean Amerika, Eropa, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan RRC. Melalui tenaga kerja Indonesia (TKI/tenaga kerja wanita (TKW), kita menjadi klien Amerika, Jepang, Amerika Latin, Taiwan, dan India. Melalui utang, kita menjadi klien IMF, Bank Dunia, ADB, CGI dan IDB.
Pada tahun 1945, kita sudah berubah dari bangsa terjajah menjadi bangsa mandiri. Kemudian kita terpuruk menjadi bangsa klien. Kalau salah urus, dari bangsa klien kita bisa jadi bangsa kuli, dari bangsa kuli menjadi “gelandangan di rumah sendiri” – istilah Emha Ainun Nadjib.

Lanjut kata Kuntowijoyo :
Sebagai bangsa klien, kita tidak merasa bangga bila belum mengonsumsi barang-barang impor, yang tampaknya buatan luar negeri atau setidaknya barang-barang produk franchise.

Mental klien adalah mental rusak karena ia menggrogoti penghargaan kita kepada diri sendiri dan melumpuhkan kemandirian kita. Ia lahir dari jiwa silap (dan juga kalap) yang memandang orang luar selalu lebih baik, dan tidak bisa memandang diri sendiri cukup baik. Papan namanya rendah diri bukan rendah hati.
Sastrawan Remy Sylado secara berkelakar : satu nusa, satu bangsa, dua language. Hatinya dikecutkan oleh para pesolek bahasa:
Yang saya maksudkan pesolek di sini adalah orang-orang terpelajar, terutama mereka yang saat ini lazim disebut sebagai “elit politik”, yang dalam rangka tampil beda di media pers, televisi ataupun Koran dan majalah, lantas berbicara kenes dengan kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang penuh digincui dengan kata-kata bahasa Inggris. Karuan timbul rasa masygul, jangan-jangan ikrar pemuda pada 1928 sekarang ini melaju ke prayojana baru: satu nusa, satu bangsa, dua language. Terus terang, saya tidak melihat ini sebagai isyarat kemajuan, tapi sebaliknya, kemunduran. Saya juga tidak melihat ini sebagai sesuatu yang sekedar menyedihkan tapi malah memuakan.
Cocok ! Ini menyingkapkan watak memalukan di balik kepribadian klien. Ragu harkat diri dan jadi klien bahasa Inggris dalam hal ini sama dengan rasa rendah diri dan gandrung asing yang disebut Kuntowijoyo.

Otak Indonesia
Lama sebelum leluhur orang Jerman menyeberang dari Kaukasus ke negerinya yang sekarang ini, orang Nusa Selatan/Austronesia, leluhur sebagian besar orang Indonesia, telah merambah sepertiga wilayah bumi dengan menualangi lautan sejak 3.000 tahun SM. Daerah yang mereka jelajahi dan duduki merentang dari Taiwan di utara sampai Selandai Baru di selatan dan dari Rapa Nui (sekarang wilayah negara Chili) di timur sampai Madagaskar (di kaki benua Afrika) di barat. Mereka adalah “para pelaut dan penjelajah par excellence dunia pra modern” yang tertawa di depan ide bumi datar.
Borobudur – siapa yang telah memecahkan misteri pembangunannya ? Sampai hari ini para pakar berkerut dahi membayangkan cara Gunadharma, sang arsitek, menjulangkan biara semegah itu. Seorang penulis melaporkan kebingungan mereka kepada kita:
Sampai saat ini, ada beberapa hal yang menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalamukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halam candi sampai ke puncak, alat Derek apa yang dipergunakan ? Mengingat pada waktu itu belum ada gambar biru (blue print), lalu dengan sarana apakah mereka itu kalau hendak merundingkan langkah-angkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas ?

Semangat Indonesia
Semangat Indonesia adalah semangat yang dibentuk oleh bauran tabiat khas suku-sukunya. Dalam keras dan dalam lembut, tabiat-tabiat ini saling melengkapi seperti badak dengan burung jalak. Semangat Indonesia bukan semangat berjelajah dan meluas saja, melainkan semangat berpadu dan bersatu juga.
Semangat Jawa dengan gotong royongnya atau semangat Minahasa dengan mapalus-nya berjalan seiring semangat Melayu: “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”. Semangat Ambon dengan pela-gandong-nya yang memberikan ruang kepada rakyat yang berbeda suku dan agama untuk hidup rukun dan bahu-membahu.
Madura dijiwai konsep malo  (malu) yang berkaitan erat dengan harga diri. Abdul Latief Wiyata, “bagi warga Madura, lebih baik mati disbanding ada tetapi tiada. Kalau sudah malo berlaku ungkapan tembang pote mata, angor mate katelak tolang [daripada berputih mata, lebih baik mati kelihatan tulang]. Orang Aceh bersifat pantang menyerah, selama masih melihat oeluang untuk menang. Bilamana kekuatan musuh terbaca sedemikian besarnya sehingga tidak diragukan lagi musuh akan menang, barulah mereka akan meletakkan senjata.
Semangat Makassar abad ke-17 yang “mengembangkan aksara asli Indonesia sebagai alat bahasa bagi tujuan yang bersifat modern”. Mereka bahkan meninggalkan “suatu hukum niaga dalam pelayaran, yang disebut Ade’Allopiloping Bicaranna Pabbalu’e  dan tertulis pada lontar oleh Amanna Gappa.
Semangat Bali menjalin perdagangan ekspor-impor dengan Singapura dan Australia sehingga begitu kaya pada abad-19. Mereka mampu melengkapi pasukan mereka dengan senapan muktakhir untuk ukuran masa itu, seperti Winchester dan Spencer.

Hati Indonesia
Hal yang mengusik dari ungkapan “hati kota suci” bukanlah muatan rasa hormat didalamnya kepada wilayah/bangsa asal akidah kita, melainkan muatan kecenderungan untuk menjadi klien budaya bangsa asal akidah itu. Ini membuat “hati Indonesia” jadi barang langka pada masa sekarang ini. Terlalu banyak orang Indonesia  yang senang berkiprah sebagai penganut budaya bangsa pembawa agamanya, bukan sebagai penganut agamanya semata.
Gus Dur diprotes waktu menyarankan mengganti assalamualaikum dengan selamat pagi/siang/sore/malam, tetapi orang Nasrani Indonesia malah tampil ber-shalom ria unutk menandingi assalamualaikum. Lama setelah masjid Demak tegak dengan corak Jawanya yang kental, banyak masjid Indonesia terkini membuat orang merasa berada di Jazirah arab. Sementara itu, banyak gereja Indonesia sejak dahulu sampai sekarang membuat orang merasa berada di Eropa Barat atau Amerika Utara. Adakah hati Indonesia yang bijak menerima agama dari bangsa lain tanpa menjadi klien budaya bangsa itu ?

Ucapan Gus Dur di bawah ini dapat menjadi cermin:
Masjid beratap genteng, yang sarat dengan simbolisasi lokalnya sendiri di negeri kita, dituntut ‘dikubahkan’. Budaya Wali Songo yang ‘serba Jawa’, Saudati Aceh, Tabut Pariaman, didesak ke pinggiran oleh qasidah berbahasa Arab. Bahkan ikat kepala loka (udeng atau ikat di Jawa) harus mengalah kepada sorah ‘merah putih’ model Yasser Arafat.
….
Anehkah kalau terbetik di hati adanya keinginan sederhana: Bagaimana melestarikan akar-akar budaya lokal yang telah memiliki Islam di negeri ini ? Ketika orang-orang Kristen meninggalkan pola Gereja Katedral ‘serba Ghotik’ di kota-kota besar dan ‘gereja kota kecil’ model Eropa, dan mencoba menggali arsitektur asli kita sebagai pola baru bangunangereja, layakkah kaum muslimin lalu ‘berkubah’ model Timur Tengah dan India ? Ketika ekspresi kerohanian umat Hindu menemukan vitalitasnya pada gending tradisional Bali, dapat kaum muslimin ‘berkasidahan Arab’ dan melupakan ‘pujian’ berbahasa lokal tiap akan melakukan sembahyang ?
Juga, mengapa harus menggunakan kata ‘salat’, kalau kata ‘sembahyang’ juga tidak kalah benarnya. Mengapahkan harus ‘dimusalakan’, padahal dahulu toh cukup langgar atau surau ? Belum lagi ulang tahun, yang baru terasa ‘sreg’ kalau dijadikan ‘milad’. Dahulu tuan guru atau kiai, sekarang harus ustadz dan syekh, baru terasa berwibawa. Bukankah ini pertanda Islam tercabut dari lokalitas yang semula mendukung kehadirannya di belahan bumi ini ?

Sampai saat ini orang Indonesia ibarat cecak muda yang gundah ketika pertama kali kehilangan ekor. Ia jadi rendah diri melihat kadal dan bunglon tetangganya yang masih berekor utuh. Sebenarnya kehilangannya sementara saja, karena ekor itu pasti tumbuh lagi. tetapi rasa rendah diri begitu menguasainya sehingga ia menganggap hina keadaannya sebagai cecak. Ia mulai meniru tingkah kadal dan bunglon. Ia mulai tinggal melulu di alam terbuka. Ia belajar melata di rumput supaya bisa seperti kadal dan kadang-kadang mencelup diri dalam pewarna supaya tubuhnya bisa sewarna dengan tempat piajakannya seperti bunglon. Ia lupa bahwa kehebatan cecak merayap tegak atau terbalik tidak dimiliki kadal. Ia lupa bahwa kemuliaan cecak “yang dapat ditangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja” tidak dimiliki bunglon. Seumur hidup, bahkan setelah ekornya tumbuh lagi, ia Cuma jadi tawanan gaya hidup kadal dan bunglon yang tidak pernah pas dengan tabiat sejatinya.
Dengan otak Indonesia, semangat Indonesia, dan hati Indonesia, barulah dapat terbentuk suatu kepribadian yang sejati Indonesia – bukan yang tak berkepribadian. Kalau di hutan pohon-pohn ditebangi dan satwa dihalau, lalu prasarana dibangun, dan pelan-pelan permukiman serta pertokoan didirikan, tempat itu takkan disebut hutan lagi. Dengan cara yang sama kita bisa memahami bahwa otak asing, semangat asing dan hati kota suci asing tak mungkin membentuk kepribadian Indonesia yang sejati.
Adalah baik untuk memperkaya diri dengan belajar dari otak Jerman, semangat Jepang dan hati kota suci luar negeri. Tetapi “memperkaya” janganlah berarti meniadakan daya-daya yang sudah ditanam Allah dalam diri kita.



Sumber: Bab V Buku Demi Allah dan Demi Indonesia - Samuel Tumanggor

Himne-Himne Agung Para Musafir

Ketika di pintu gerbang emas aku berdiri,
Segala deritaku, segala dukaku berlalu,
Betapa sedap mendengar maklumat keberkatan:
Masuk, hamba setia, selamat datang di rumah.

***
Sering kita tempuh jalan di hadapan kita
Dengan hati yang lelah dan beku.
Sering kita berjerih di tengah kesuraman
Dan lading kita jauh terpencil.
Tetapi “Marilah, hai kamu yang terberkati”
dari Sang Juruselamat
Akan membayar segala pekerjaan kita
Ketika kita berkumpul pagi itu
Di tempat kabut hilang.

***
Ketika perjuangan kita di sini berakhir
Dan perlombaan kita di bumi selesai
Ian akan bersabda, asalkan kita setia,
“Selamat datang di rumah, anak-Ku, baik sekali.

Sumber: Buku Demi Allah dan Demi Indonesia - Samuel Tumanggor, hal 158-159

Friday, April 17, 2015

Kristus adalah Tuan dan kamu hamba-Nya

Untuk golongan pejabat pilihan manakah perkataan ini diucapkan ?
Kepada raja-raja congkak yang membanggakan hak ilahi ?
Ah, bukan !
Terlalu sering mereka hanya melayani diri mereka sendiri atau Setan dan melupakan allah yang dalam kesabaran-Nya mengizinkan mereka memasang mimik mulia mereka untuk waktu singkat.
Kalau begitu, apakah sang rasul berbicara kepada mereka yang disebut "bapa-bapa yang amat terhormat di dalam Allah", para uskup, atau "diaken agung yang mulia" ?
Tentu saja tidak.

Paulus tidak tahu apa-apa tentang jabatan-jabatan ini yang adalah buatan manusia belaka.
Kata-kata ini tidak juga diucapkan kepada para gembala dan guru, atau kepada orang yang kaya dan terpandang diantara orang percaya, tetapi kepada para hamba, ya, dan kepada para budak.

Diantara khalayak pekerja keras, para tukang, para pekerja harian, para pembantu rumah tangga, para bujang dapur, sang rasul menemukan -  sebagaimana kita pun masih menemukannya - beberapa orang pilihan Tuhan berkata kepada mereka, "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti unutk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuan dan kamu hamba-Nya".

Perkataan ini menjadikan mulia pekerjaan duniawi yang rutin dan melelahkan serta membubuhkan lingkaran suci di sekeliling pekerjaan yang paling rendah.

Membasuh kaki mungkin pekerjaan hamba, tetapi membasuh kaki-Nya adalah pekerjaan mulia. Membuka tali kasut adalah pekerjaan hina, tetapi membuka kasut Tuan yang agung adalah kehormatan ningrat.

Toko, lumbung, dapur, dan bengkel pandai besi menjadi rumah ibadat ketika pria dan wanita melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan Allah ! 

Maka "pelayanan ilahi" bukanlah soal beberapa jam atau beberapa tempat, melainkan seluruh kehidupan menjadi kudus bagi Tuhan, begitu pula setiap tempat dan barang, sedemikan kudus sebagaimana Kemah Suci dan kaki pelita emasnya.


- C. H. Spurgeon "pangeran para pengkhotbah" pengikut Johanes Calvin

Ungkapan Isaac Watts

Ketika kuamati salib ajaib,
Tempat Sang Pengeran Mulia Wafat,
Perolehanku yang termahal kuanggap rugi,
Dan kupandang jijik segala kebanggaanku.

Pantang bagiku, ya Allah, untuk bermegah,
Selain dalam kematian Yesus, Tuhanku;
Segala hal sia-sia yang teramat memikatku -
Kukurbankan demi darah-Nya.

Lihat, dari kepala, tangan, dan kaki-Nya,
Duka dan Kasih bercampur mencucur;
Pernahkah bertemu kasih dan duka seperti itu,
Atau duri menyusun mahkota sehebat itu ?

Kalaulah seluruh alam raya milikku,
Itu masih terlalu kecil untuk jadi persembahan:
Kasih yang begitu menakjubkan, begitu ilahi,
Menuntut jiwaku, hidupku, dan segala-galaku.

Kata - Kata Bijak dalam Buku Demi Allah dan Demi Indonesia (Samuel Tumanggor)

Uchimura Kanzo, Aku bagi Jepang, Jepang bagi Dunia. Dunia bagi Kristus. Dan segala sesuatu bagi Allah.

Vous etre a Paris, donc essayes de parler en Francais, s'il vous plait (Anda berada di Paris, harap mencoba bahasa Perancis)

Soekarno, Airnya kamu minum, nasinya kamu makan, karena itu kita semua harus mengabdi padanya, pada Ibu Pertiwi Indonesia.

Kenasranian dan keindonesiaan adalah dua raga yang berbeda, sebagaimana surga berbeda dengan bumi, tetapi keduanya menunggal dalam diri kita, warga surga sekaligus warga bumi. Waktu kita menjadi Nasrani, kita tetap orang Indonesia. Kanasranian itu tidak memunahkan keindonesiaan kita, malah memurnikan dan menonjolkannya.

R. A. Kartini, Saya dapat menjadi marah sekali, kalau saya mendengar orang mengatakan : "Hindia brengsek." Orang terlalu sering lupa, bahwa "negeri kera yang brengsek" itu telah mengisi beberapa saku kosong dengan emas, kalau mereka pulang ke tanah air seteleh tinggal di sini beberapa tahun.

Suwardi Suryaningrat (era Kebangkita Nasional), adalah rasa cinta akan tanah air bersatu kita semua, yang sementara masih bernama Hindia Belanda. Nasionalisme Hindiawi adalah semboyanny dalam persaudaraan kita. Bahu-membahu berdirilah orang Sumatra, orang Minahasa, orang Ambon, orang JAwa dan semua golongan-golongan Indonesia lainnya yang terjajah itu siap sedialah untuk memperjuangkan keselamatan kita bersama, demi idam-idam kita semua negara Hindiawi, dimana akan termasuk semua orang yang mengaku tanah kelahiran Hindiawi ini sebagai tanah airnya dan semua orang asing yang rela untuk dinaturalisasi sebagai orang Indonesia.

Ralph Waldo Emerson, Setiap orang adalah pahlawan dan ilham bagi seseorang, dan bagi orang itu apapun yang dikatakannya mempunyai nilai membangun.

R. A. Kartini, Kami sekali-kali tidak mau membuat murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang Jawa-Eropa. Dengan pendidikan bebas, kami bermaksud pertama-tama membuat orang Jawa menjadi orang Jawa sejati, yang menyala-nyala dengan cinta dan semangat terhadap nusa dan bangsanya, dengan mata dan hati terbuka terhadap keindahan serta skebutuhannya ! Kami mau memberikan kepada mereka segala yang baik dari kebudayaan Eropa, bukan untuk mendesak atau mengganti keindahan mereka sendiri, melainkan untuk menyempurnakannya !

Samuel Jacob Ratulangi, Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia).

Al Quran, ...Almasih Isa putra Miryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan sala seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah).

Golongan Sufi (Penganut Mistik Islam), Yesus adalah suri teladan dari seorang manusia yang sempurna dan contoh seorang guru sejati yang mengungguli segala sesuatu.

Mohandas Gandhi, aku bisa katakan bahwa Yesus berdiam dalam hatiku, tempat dari salah satu guru terbesar yang telah membuat pengaruh yang sangat kuat dalam hidupku. Tinggalkanlah orang-orang Kristen sejenak. Aku akan mengatakan kepada umat Hindu bahwa kehidupan kalian tidak akan lengkap kecuali kalau kalian menaruh hormat untuk mempelajari ajaran-ajaran Yesus.

Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

C. S. Lewis, Pekerjaan seorang Beethoven dan pekerjaan seorang wanita juru sapu manjadi rohani dalam keadaan yang persis sama, yakni jika dipersembahkan kepada Allah, jika dilakukan dengan rendah hati "seperti untuk Tuhan". 

"Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi." Meski bekerja jauh dari laut, tancapkan warisan pepatah bijak itu dilahan apapun yang kita kerjakan.

Wednesday, April 1, 2015

ISA - Chairil Anwar



ISA

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

rubuh
patah

mendampar tanya: aku salah ?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah

terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ingin segera

mengatup luka

aku bersuka

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah


CHAIRIL ANWAR