Pages - Menu

Selayang Pandang

"Tak seorang pun mampu mendefenisikan cinta dengan sempurna sebab tak seorang pun juga mampu mencintai secara sempurna. Hanya Tuhan yang sempurna, termasuk dalam hal mencintai kita, anda dan saya !"

About Me

My photo
Hi. saya JP / Jansn / Pur. Lahir di tanggal 17 September. Sukses terbesarku ialah ketika setiap pribadi yang mengenalku, tersenyum bahagia saat mendengar namaku dan mereka katakan, 'aku mengasihi dia'.

Monday, May 6, 2013

Kata-Kata Bijak dalam Buku Aspire, Kevin Hall.



Wiiliam Hutchinson Murray
Saat seseorang mendedikasikan diri sepenuhnya maka Yang Maha Pengasih juga bergerak. Segala sesuatu muncul untuk membantunya, yang sebelumnya tidak ada. . . kejadian yang tak terduga, pertemuan dan bantuan materi yang tak seorang pun pernah bayangkan akan menghampiri jalannya.


Mata Amritanandamayi
Dapat menempatkan diri di posisi orang lain, dapat melihat dan merasakan sebagaimana orang lain lihat serta rasakan, itulah karunia yang langka.


Albert Schweitzer
Dalam kehidupan setiap orang, pada suatu waktu, api batinnya pernah padam. Api itu lalu membara oleh perjumpaan dengan manusia lain.


Ungkapan Hindu
Bantulah perahu saudaramu menyebrang dan lihatlah ! dirimu sendiri telah mencapai pantai.


Frederick Douglass
Bukan cahaya yang kita butuhkan, tetapi api;
Bukan gerimis yang lembut, tapi Guntur;
Kita perlu badai, putting beliung, dan gempa bumi.


Stephen R. Covey
Hidup beintegritas dimulai dengan membuat dan memenuhi janji, sampai seluruh kepribadian manusiawi, panca indra, pemikiran, perasaan, serta intuisi, akhirnya menjadi terpadu dan harmonis.


James A. Michener
(Master Kata)
Para empu dalam seni hidup tidak banyak membedakan pekerjaan dari permainan, kerja keras dari kesenangan, pikiran dari tubuh, informasi, rekreasi, cinta, dan agama mereka. Mereka tidak tahu mana yang man, mereka hanya mengejar visi kecemerlangan mereka dalam hal apapun yang mereka kerjakan, membiarkan orang lain memutuskan apakah mereka bekerja atau bermain.


E. E. Cummings
Tidak menjadi siapa pun selain dirimu sendiri di dunia yang bertindak sebisa mungkin, siang dan malam, untuk menjadikanmu orang lain – berarti melakukan pertempuran tersulit yang dapat dihadapi setiap manusia.


The Golden Gate


Emmet Fox


Cinta menyingkirkan ketakutan.
Dia menutup dosa.
Dia sungguh mandraguna.
Tak ada kesulitan yang tak terkalahkan oleh cinta;
Tak ada penyakit yang tak sembuh oleh cinta;
Tak ada teluk yang tak terseberangi oleh cinta;
Tak ada tembok yang tak runtuh oleh cinta;
Tak ada dosa yang tak terhapus oleh cinta;
Tak ada beda berapa dalam kesulitan,
Betapa harapan sepertinya taka da,
Betapa kusut jalinannya, betapa besar kesalahannya,
Perwujudan cinta yang memadai akan meluberkan segalanya.
Andai kau cukup mencinta, kau akan menjadi makhluk terbahagia dan terkuat di dunia.

Sumber : Buku Maximum Achievment
(Kumpulan Rahasia Kesuksesan yang Tak Lekang Zaman) – Brian Tracy, hal 399.

Prioritas Hidup



        Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dengan beberapa barang di mejanya. Saa mulai, ia mengambil toples kosong mayones besar dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya kepada muridnya, apakah toples itu sudah penuh ? Mereka setuju.
Profesor mengambil sekotak batu kerikil dan menuangnya dalam toples. Ia menggerakan toples itu pelahan-lahan. Batu-batu koral masuk mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Professor bertanya lagi, apakah toples itu sudah penuh ? Mereka setuju.
Selanjutnya, professor mengambil sekotak pasir dan menebarkannya kedalam toples. Tentu pasir itu menutup segala sesuatunya. Professor sekali lagi bertanya, apakah toples sudah penuh ? Para murid dengan suara bulat berkata, “Ya”.
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dan menuangkannya isinya ke dalam toples serta mengisi ruang kosong di antara pasir.
“Sekarang,” kata professor tersebut, “saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf itu adalah hal-hal penting: Tuhan, Keluarga, Anak-anak,   Kesehatan, Teman, dan para Sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, hidupmu masih tetap penuh.
Batu-batu kerikil adalah segala hal lain, seperti Pekerjaan, Rumah, dan Mobil. Pasir adalah hal-hal lainnya -  hal-hal sepeleh.”
“Jika kalian lebih dahulu memasukan pasir dalam toples, tidak akan tersisa ruangan untuk batu kerikil atau untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidup kalian jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal penting. Jadi, beri perhatian untuk hal-hal yang kritis demi kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu keluar makan malam. Engkau akan memiliki waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola golf. Hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang teralhir, urus pasirnya.”
Salah satu murid bertanya, “kopi mewakili apa ?”
Profesor tersenyum dan berkata, “itu untuk menunjukan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah penuh, tetap selalu ada tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.”


Sumber : Buku 100 Kisah Cekak yang Membuat Bijak – Xavier Quentin Pranata, hal 63-64.

Nasib



Ada dua orang sahabat: seorang pria dan seorang wanita. Ketika masih muda, mereka berdua diramalkan memiliki nasib burk. Teman yang satu diramalkan akan memiliki masa depan suram, sedangkan yang lain harus bekerja keras seumur hidup karena dilahirkan dengan shio kerbau. Seperti kerbau, ia harus membanting tulang sampai mati.
Bertahun- tahun kemudian, hal sebaliknya terjadi. Sahabat yang pria berhasil bekrja di sebuah hotel internasional dengan gaji yang sangat baik, dan sahabat yang lain menikah dengan pria baik dan pekerja tangguh sehingga hidupnya sangat berkelimpahan. Ia tidak lagi harus membanting tulang seumur hidup, tetapi sering jalan-jalan dari suatu negara ke negara lain bersama anak-anaknya, yang semuanya belajr di sekolah dan kampus terbaik di dunia.
Ada empat tokoh Alkitab yang dari mereka, kita bisa belajar.
Yang pertama Yefta. Lihat masa lalunya: “adapun Yefta, ornag Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. Juga istri Giliead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setel;ah besar anak-anak istrinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya, sebab engkau anak dari perempuan lain” (Hakim-Hakim 11:1-2). Ia dilahirkan sebagai anak pelacur. Setelah besar, ia diusir dari rumah. Namun, berkat kerja keras, ketekunan, dan mengandalkan Tuhan, ia justru menjadi pemimpin di kotanya: “Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kpeala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu kehadapan Tuhan, di Mizpa” (Hak. 11:11).
Yang kedua adalah Yabes. Namanya berarti kesakitan, tetapi ia tidak mau menyerwah oleh nasib. Inilah doanya: “Yabes lebih di muliakan daripada saudara-saudaranya; nama Yabe situ diberi ibunya kepadanya sebab katanya: ‘Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.’ Yabes berseru kepda Allah Israel, kantanya: ‘Kiranya Engaku memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku daripada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!’ dan Allah mengabulkan permintaannya itu” (1 Taw. 4:9-10).  Yabes mengandalkan Tuhan dan nasibnya berubah.
Yang ketiga adalah Yusuf: “Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian ia dijual kepada orang Ismael itu dengan hrga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir “ (Kej. 37:28). Bukan hanya itu, Yusuf mengalami banyak hal menyakitkan, difitnah, dipenjara, dan dikhianati, tetapi justru sukses.
Yang keempat adalah Yesus: “Batu yang dibuan oleh tukang-tukang banguna  telah menjadi batu penjuru” (Maz. 118:22). Lihat kata Yesus: “Lalau mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: ‘Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya’” (Mat. 13:57). Sperti kata pemazmur, kini Yesus dihormati di seluruh bumi.
Kesamaan apakah yang dimiliki para tokoh di atas ? semuanya mengandalkan Tuhan. Perhatikan yang Yusuf katakana: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej. 50:20).

Jangan Berhenti




Ketika sesuatu tidak berjalan semestinya,
Seperti kadang kala terjadi,
Ketika jalan yang kau lalui terasa sulit,
Ketika uang sedikit dan utang menumpuk,
Dan kau ingin tersenyum dan harus menghela napas,
Ketika kecemasan menekanmu sedikit,
Beristirahatlah bila perlu, tapi jangan kau berhenti !
Sebab hidup itu unik dengan kelokan dan putaran,
Seperti yang kita semua ketahui,
Dan banyak kegagalan terjadi,
Ketika ia bisa saja menang andai bertahan,
Kesuksesan hanyalah kegagalan yang tertunda,
Tinta perak awan keraguan,
Dan kau takkan pernah bisa tahu betapa dekatnya engkau,
Bisa saja dekat ketika tampak jauh,
Maka tetaplah berperang ketika pukulanmu terkuat,
Saat sesuatu tampaknya memburuk, kau tidak boleh berhenti !

Anonim
Sumber : Buku Maximum Achievment
(Kumpulan Rahasia Kesuksesan yang Tak Lekang Zaman) – Brian Tracy, hal 189.

How Do I Love Thee ? (Bagaimana Aku Mencintaimu)



Elizabeth Barrett

Bagaimana aku mencintaimu ?
Izinkan aku menghitung caranya.
Aku mencintaimu hingga kedalaman, isi, dan tinggi.
Jiwaku bisa meraih, ketika perasaan menghilang dari pandangan.
Karena akhir Kedirian dan Keanggunan impian.
Aku mencintaimu seperti aku mencintai hari-hariku.
Seperti aku memerlukan sinar matahari dan cahaya lilin, tak terasa.
Aku mencintaimu dengan bebas, layaknya manusia berjuang demi Hak.
Aku mencintaimu dengan murni, tanpa ingin Pujian.
Aku mencintaimu dengan segenap kesungguhan
Dalam duka laraku, dan dengan keyakinan masa kanak-kanakku.
Aku mencintaimu dengan cinta yang tampaknya hilang dariku
Bersama santa-santaku yang hilang – aku mencintaimu dengan napas,
Senyum, air mata, seluruh kehidupanku ! – dan, dengan kehendak Tuhan,
Aku akan lebih mencintaimu setelah ajal menjelang.

Sumber : Buku Maximum Achievment
(Kumpulan Rahasia Kesuksesan yang Tak Lekang Zaman) – Brian Tracy, hal 392-393.

Cinta Terbesar

 

Salah satu gambaran paling indah mengenai cinta dalam Alkitab adalah 1 Korintus, Bab Tiga Belas, “KASIH”.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mencari karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi  jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mecari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menaggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna akan lenyap.
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku mersa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesuah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.