Selayang Pandang
"Tak seorang pun mampu mendefenisikan cinta dengan sempurna sebab tak seorang pun juga mampu mencintai secara sempurna. Hanya Tuhan yang sempurna, termasuk dalam hal mencintai kita, anda dan saya !"
About Me
- jansiompurnomo
- Hi. saya JP / Jansn / Pur. Lahir di tanggal 17 September. Sukses terbesarku ialah ketika setiap pribadi yang mengenalku, tersenyum bahagia saat mendengar namaku dan mereka katakan, 'aku mengasihi dia'.
Saturday, February 25, 2017
Wednesday, October 26, 2016
SISAKANLAH
BILA TANGAN
TAK LAGI SANGGUP
ERAT MEMEGANG
HINGGA KAKI
TAK LAGI MAMPU
TEGAKKAN RAGA
SISAKANLAH LUTUT
YANG TEGAR
TUK KU BERTELUT
PENUH SETIA NAN SABAR
DI HADIRATMU
Friday, September 2, 2016
KEPEMIMPINAN SEORANG "PEMIMPIN ORKESTRA"
Dalam memahami makna kepemimpinan, saya sering terinspirasi oleh sebuah pertunjukan orkestra. menurut saya, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari seorang konduktur. saat pertunjukan dimulai, seorang konduktor (pemimpin orkestra) harus tampil didepan, dengan jarak tertentu, menghadap seluruh anggota timnya agar bisa memimpin pertunjukan. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin harus selalu tampil didepan untuk bertindak dan meyampaikan visi serta mengambil tanggungjawab atas hasil kerja anggotanya.
Pemimpin orkestra juga berdiri sendiri dengan jarak tertentu dari anggota orkestra dan penonton. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin kadang kala harus berdiri diantara pilihan, dan ia harus mengambil suatu sikap atau keputusan diantara pilihan yang ada.
Saat akan memulai memimpin orkestra, konduktor harus membelakangi penonton. membelakangi penonton untuk kemudian memimpin suatu pertunjukan orkestra memiliki makna yang dalam. Dia harus menatap seluruh anggotanya, membangun kesatuan hati dan jiwa dalam menghayati setiap ketukan dan irama agar menghasilkan alunan suara yang kompak, harmoni dan indah didengar.
Dalam setiap pertunjukannya, seorang pemimpi orkestra mengajak penonton untuk menikmati hasil kerja sama tim yang luar biasa-yang tentu saja berasal dari kemampuan terbaik setiap pemain musik. Suatu momentum dimana setiap anggota dapat memberikan kontribusi mereka yang terbaik dalam setiap lagu dan membiarkan penonton memberikan penilaiannya. Pada akhir pertunjukan, pemimpin orkestra kembali menghadap penonton dan memberikan hormat yang menandai telah berakhirnya suatu pertunjukan musik. Penonton pun memberikan apresiasi dengan bertepunk tangan.
Dan, seorang konduktor akan puas apabila dapat menampilkan perpaduan musik yang harmonis, diwarnai dengan penjiwaan yang kental dan sempurna; suatu penampilan yang memberikan kepuasan bagi pemain musik maupun penonton.
Seorang pemimpin sebaiknya menyerupai konduktor. Apapun yang ia kerjakan hendaknya tidak didasarkan padasuatu popularitas atau hanya untuk menyenangkan orang-orang tertentu, melainkan berfokus pada hasil yang memberikan kepuasan dan sukacita bagi banyak orang.
Ada banyak pandangan serta konsep tentang peran dan harapan seorang pemimpin. Namun kepemimpinan seorang "pemimpin orkestra" memberikan makan mendalam bagi saya dalam melihat peran seorang pemimpin. Menurut saya, kepemimpinan orkestra memampukan saya ketika menikmati tugas dalam kehidupan karier saya.
Diambil dari buku "Be a great Leader!" karangan Erwin Tenggono
Hal. 85 Buku CEO WISDOM 2 - A. M. LILIK AGUNG
Pemimpin orkestra juga berdiri sendiri dengan jarak tertentu dari anggota orkestra dan penonton. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin kadang kala harus berdiri diantara pilihan, dan ia harus mengambil suatu sikap atau keputusan diantara pilihan yang ada.
Saat akan memulai memimpin orkestra, konduktor harus membelakangi penonton. membelakangi penonton untuk kemudian memimpin suatu pertunjukan orkestra memiliki makna yang dalam. Dia harus menatap seluruh anggotanya, membangun kesatuan hati dan jiwa dalam menghayati setiap ketukan dan irama agar menghasilkan alunan suara yang kompak, harmoni dan indah didengar.
Dalam setiap pertunjukannya, seorang pemimpi orkestra mengajak penonton untuk menikmati hasil kerja sama tim yang luar biasa-yang tentu saja berasal dari kemampuan terbaik setiap pemain musik. Suatu momentum dimana setiap anggota dapat memberikan kontribusi mereka yang terbaik dalam setiap lagu dan membiarkan penonton memberikan penilaiannya. Pada akhir pertunjukan, pemimpin orkestra kembali menghadap penonton dan memberikan hormat yang menandai telah berakhirnya suatu pertunjukan musik. Penonton pun memberikan apresiasi dengan bertepunk tangan.
Dan, seorang konduktor akan puas apabila dapat menampilkan perpaduan musik yang harmonis, diwarnai dengan penjiwaan yang kental dan sempurna; suatu penampilan yang memberikan kepuasan bagi pemain musik maupun penonton.
Seorang pemimpin sebaiknya menyerupai konduktor. Apapun yang ia kerjakan hendaknya tidak didasarkan padasuatu popularitas atau hanya untuk menyenangkan orang-orang tertentu, melainkan berfokus pada hasil yang memberikan kepuasan dan sukacita bagi banyak orang.
Ada banyak pandangan serta konsep tentang peran dan harapan seorang pemimpin. Namun kepemimpinan seorang "pemimpin orkestra" memberikan makan mendalam bagi saya dalam melihat peran seorang pemimpin. Menurut saya, kepemimpinan orkestra memampukan saya ketika menikmati tugas dalam kehidupan karier saya.
Diambil dari buku "Be a great Leader!" karangan Erwin Tenggono
Hal. 85 Buku CEO WISDOM 2 - A. M. LILIK AGUNG
Tuesday, August 30, 2016
KARENA KAMU
(I) SEMUA KEINGINANMU ADA DALAM DOA DAN JUANGKU.
SEBELUM SEMUANYA TERWUJUD SEIRING KASIH DAN PERKENAAN DIA YANG KITA BERDUA SEMBAH,
BANTULAH AKU TUK PASTIKAN ADA SENYUM YANG MEREKAH DIWAJAH MEREKA, ORANG TUAKU DAN ORANG TUAMU.
SEBAB KEYAKINANKU MENGATAKAN, AKAN SELALU ADA DOA TERSIRAT DALAM SENYUM MEREKA BAGI KEBAHAGIAN KITA.
(II) BANTU AKU UNTUK JADI LELAKI BIJAKSANA,
YANG SETIA DAN SENANTIASA MEMULIAKAN DIA, YANG KITA SEMBAH,
BERBHAKTI BAGI ORANG TUA,
BERMAKNA BAGI BANYAK ORANG,
(III) KISAH PANJANGKU TIDAK BERAKHIR DENGAN BERSAMAMU.
AKU MASIH RINDU DAN SELALU RINDU UNTUK BERBHAKTI.
BERBHAKTI, TIDAK HANYA BAGI ORANG TUAKU NAMUN JUGA ORANG TUAMU.
(IV) SEGALA KEINGINANKU
UNTUK BERAKHIR BERSAMAMU
UNTUK MENATAWUJUDKAN MIMPI MASA DEPAN
UNTUK MENUA BERSAMA
HINGGA SEGALA KETAKUTAN AKAN KEHILANGANMU
BIARLAH MEWUJUD BILA KEBAHAGIAANMU IALAH KITA.
KEBAHAGIAANMU PENTING BAGIKU.
SEBELUM SEMUANYA TERWUJUD SEIRING KASIH DAN PERKENAAN DIA YANG KITA BERDUA SEMBAH,
BANTULAH AKU TUK PASTIKAN ADA SENYUM YANG MEREKAH DIWAJAH MEREKA, ORANG TUAKU DAN ORANG TUAMU.
SEBAB KEYAKINANKU MENGATAKAN, AKAN SELALU ADA DOA TERSIRAT DALAM SENYUM MEREKA BAGI KEBAHAGIAN KITA.
(II) BANTU AKU UNTUK JADI LELAKI BIJAKSANA,
YANG SETIA DAN SENANTIASA MEMULIAKAN DIA, YANG KITA SEMBAH,
BERBHAKTI BAGI ORANG TUA,
BERMAKNA BAGI BANYAK ORANG,
(III) KISAH PANJANGKU TIDAK BERAKHIR DENGAN BERSAMAMU.
AKU MASIH RINDU DAN SELALU RINDU UNTUK BERBHAKTI.
BERBHAKTI, TIDAK HANYA BAGI ORANG TUAKU NAMUN JUGA ORANG TUAMU.
(IV) SEGALA KEINGINANKU
UNTUK BERAKHIR BERSAMAMU
UNTUK MENATAWUJUDKAN MIMPI MASA DEPAN
UNTUK MENUA BERSAMA
HINGGA SEGALA KETAKUTAN AKAN KEHILANGANMU
BIARLAH MEWUJUD BILA KEBAHAGIAANMU IALAH KITA.
KEBAHAGIAANMU PENTING BAGIKU.
Wednesday, August 3, 2016
LIKE A MIRACLE
Jejak langkah memudar
Sisakan kenangan
Kisah yang pudar
Lahirkan harapan
Awalnya
Begitu saja
Semuanya
Segalanya
Like a miracle
Bukan drama
Tak berskenario
Like a miracle
Berharap miliki kisah bersama
Berharap berakhir bersama
Berharap senantiasa bersama
Like a miracle
"Bagian terbaik mungkin bukan milikku. Namun persembahan terbaik akan selalu kucoba"
Wednesday, May 25, 2016
LEADER BUKAN BOSSY
Kapal itu telah ada
Sebagaimana ia ada sejak awalnya
Dengan keterbatasan
Hingga kelemahan
Kapal itu hanya bisa berdiam
Bahkan
untuk kibarkan layarnya saja
Ia tak sanggup
Ia butuh topangan
Dan masa itu datang
Kapal itu menorehkan sejarah
Ia mulai mampu kibarkan layarnya
Ia mulai lebih dikenal
Sayang
Ia masih terlihat diam kini
Awak dan penumpang
Tak jelas arah tujuan
Sang nahkoda
Tak nampak sepak terjangnya
Untuk Berpijak Butuh KEBERANIAN
Untuk Berkembang Butuh LEADER
LEADER BUKAN BOSSY !!!
JANGAN KEDEPANKAN KEPENTINGAN PRIBADI DALAM SEMANGAT MENGEDEPANKAN KEPENTINGAN BERSAMA.
JANGAN MENUNGGANGI KAPAL YANG AKAN MEMBAWA HARAPAN BERSAMA UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN PRIBADI.
Sebagaimana ia ada sejak awalnya
Dengan keterbatasan
Hingga kelemahan
Kapal itu hanya bisa berdiam
Bahkan
untuk kibarkan layarnya saja
Ia tak sanggup
Ia butuh topangan
Dan masa itu datang
Kapal itu menorehkan sejarah
Ia mulai mampu kibarkan layarnya
Ia mulai lebih dikenal
Sayang
Ia masih terlihat diam kini
Awak dan penumpang
Tak jelas arah tujuan
Sang nahkoda
Tak nampak sepak terjangnya
Untuk Berpijak Butuh KEBERANIAN
Untuk Berkembang Butuh LEADER
LEADER BUKAN BOSSY !!!
JANGAN KEDEPANKAN KEPENTINGAN PRIBADI DALAM SEMANGAT MENGEDEPANKAN KEPENTINGAN BERSAMA.
JANGAN MENUNGGANGI KAPAL YANG AKAN MEMBAWA HARAPAN BERSAMA UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN PRIBADI.
Friday, May 6, 2016
MENCOBA
Kita memulai semua ini dengan mencoba
Mencoba kesampingkan hebatnya rentangan jarak
Mencoba menepikan perbedaan ruang waktu
Mencoba
Mencoba mengalir
tanpa arah dan tujuan pasti ?
Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Berterbangan, lenyap tanpa sempat mewujud ?
Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Hanya menjadi ungkapan asa, rasa
Pada untaian-untaian doa ?
Ada mimpi, ada harapan
Ada asa, ada rasa
Yang rindu menyatu
Dan Abadi diperaduannya.
Mencoba kesampingkan hebatnya rentangan jarak
Mencoba menepikan perbedaan ruang waktu
Mencoba
Mencoba mengalir
tanpa arah dan tujuan pasti ?
Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Berterbangan, lenyap tanpa sempat mewujud ?
Mencoba
Membiarkan impian, harapan
Hanya menjadi ungkapan asa, rasa
Pada untaian-untaian doa ?
Ada mimpi, ada harapan
Ada asa, ada rasa
Yang rindu menyatu
Dan Abadi diperaduannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)